
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
Euro bergerak menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat (9/10), dengan EUR/USD berada di sekitar 1,1215 pada awal sesi Asia. Penguatan tersebut mendapat dukungan dari melemahnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober. Namun, ruang penguatan euro masih terbatas karena kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis kembali menjadi beban bagi mata uang kawasan Euro.
Salah satu perhatian utama pasar adalah pelebaran selisih (spread) yield obligasi pemerintah Prancis dan Jerman. Investor cenderung mengalihkan dana dari obligasi Prancis menuju aset yang dianggap lebih aman seperti German Bund, sehingga meningkatkan tekanan terhadap pasar obligasi Prancis. Kekhawatiran tersebut muncul karena pemerintah Prancis masih menghadapi defisit anggaran besar dan kesulitan mencapai kesepakatan politik untuk memperbaiki kondisi fiskalnya.
Pemerintah minoritas Perdana Menteri Sébastien Lecornu sebelumnya mengumumkan rencana penghematan sekitar €54 miliar untuk menekan defisit dan mencegah memburuknya kepercayaan investor. Namun, tekanan di pasar obligasi membuat kekhawatiran terhadap potensi krisis utang berdaulat kembali meningkat. Jika tekanan tersebut berlanjut, euro berpotensi kehilangan sebagian momentum karena investor mencari aset yang lebih aman di tengah meningkatnya risiko fiskal kawasan.
Di sisi lain, dolar AS juga mulai kehilangan sebagian dukungannya setelah ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober semakin menurun. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan minimal 25 basis poin kini berada di sekitar 17,7%, turun dari sekitar 38% sepekan sebelumnya. Meski demikian, pasar masih memperkirakan peluang kenaikan pada Desember mencapai sekitar 83%, sehingga tekanan terhadap dolar belum sepenuhnya hilang. Investor selanjutnya akan memperhatikan data sentimen konsumen University of Michigan yang dirilis Jumat.