
Trending

eurusd
Sumber: Newsmaker.id
EUR/USD kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (7/10), seiring penguatan dolar Amerika Serikat yang didukung kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS. Pasangan mata uang tersebut bergerak di sekitar area 1,1230 setelah sebelumnya sempat menguat mendekati 1,1280. Dollar Index juga kembali bergerak di atas level 102, menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap greenback menjelang publikasi risalah rapat Federal Reserve.
Penguatan dolar terutama didorong oleh rebound yield Treasury AS, dengan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun kembali bergerak di atas 5,30%. Yield yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar karena investor memperoleh potensi imbal hasil yang lebih besar. Kondisi tersebut secara langsung memberikan tekanan terhadap mata uang utama lainnya, termasuk euro.
Harga minyak yang kembali meningkat turut memperkuat sentimen terhadap dolar. Kenaikan harga energi memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi AS dapat bertahan lebih lama, sehingga membuka peluang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat. Meski data inflasi dan pasar tenaga kerja AS terbaru menunjukkan pelemahan, ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya belum sepenuhnya hilang.
Fokus investor kini beralih ke FOMC Meeting Minutes dari pertemuan September. Pasar akan mencari petunjuk mengenai seberapa kuat dukungan pejabat The Fed terhadap kebijakan suku bunga tinggi dan kemungkinan pengetatan lebih lanjut. Risalah yang lebih hawkish berpotensi memperkuat dolar dan kembali menekan EUR/USD, sementara nada yang lebih dovish dapat memberikan kesempatan bagi euro untuk melakukan rebound terhadap greenback.(CP)