
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Poundsterling bergerak melemah terhadap Dolar AS pada perdagangan Rabu (7/10). GBP/USD berada di sekitar 1,3250, turun sekitar 0,2% setelah sehari sebelumnya sempat menguat. Tekanan muncul ketika Dolar AS kembali mendapat permintaan menjelang publikasi risalah pertemuan FOMC. Penguatan Greenback juga didukung kekhawatiran bahwa kenaikan harga minyak dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi. Indeks Dolar AS naik ke sekitar 102,07, sementara pasar masih memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada akhir tahun meskipun kemungkinan kenaikan Oktober telah menurun.
Dari Inggris, Pound sebenarnya masih memperoleh dukungan dari ekspektasi kebijakan Bank of England yang relatif ketat. Pejabat BoE Catherine Mann memperingatkan inflasi Inggris dapat mendekati 4% menjelang akhir tahun, memperkuat pandangan bahwa suku bunga Inggris mungkin perlu dipertahankan tinggi lebih lama.
Tekanan energi menjadi faktor penting bagi kedua negara. Harga minyak yang kembali meningkat akibat ketegangan Timur Tengah berpotensi memperbesar tekanan harga di AS maupun Inggris. Namun, bagi GBP/USD, sentimen jangka pendek saat ini lebih banyak ditentukan oleh pergerakan Dolar dan perubahan ekspektasi kebijakan The Fed.
Pasar juga masih memperhatikan kondisi fiskal Inggris menjelang pengumuman anggaran pada 28 Oktober. Kekhawatiran mengenai ruang fiskal pemerintah dapat menjadi risiko tambahan bagi Pound jika investor kembali menuntut premi lebih tinggi terhadap aset Inggris.