
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street dibuka melemah pada perdagangan Rabu (7/10), setelah kenaikan kembali imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan harga minyak meningkatkan kehati-hatian investor menjelang publikasi risalah rapat Federal Reserve. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 325,06 poin atau 0,63% menjadi 51.196,22 pada pembukaan, sementara S&P 500 melemah 0,42% ke 7.786,33 dan Nasdaq Composite turun 0,56% menjadi 27.444,06.
Tekanan pasar terutama datang dari lonjakan yield Treasury AS. Imbal hasil obligasi tenor 10 tahun bergerak di sekitar 5,35%, sedangkan tenor 30 tahun mencapai sekitar 5,72%. Kenaikan yield tersebut meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap sekaligus menekan valuasi saham, khususnya sektor teknologi yang sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga.
Di saat yang sama, harga minyak kembali menguat dan menambah kekhawatiran terhadap prospek inflasi. Minyak mentah WTI naik sekitar 1,6% ke US$90,89 per barel, sedangkan Brent meningkat sekitar 1,9% menjadi US$102,50 per barel. Kenaikan harga energi berpotensi menjaga tekanan inflasi tetap tinggi sehingga memperkuat ekspektasi bahwa The Fed perlu mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Investor kini menantikan FOMC Meeting Minutes dari pertemuan September untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai pandangan para pejabat The Fed terhadap inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan arah suku bunga berikutnya. Isi risalah tersebut akan menjadi perhatian penting karena dapat mengubah ekspektasi pasar mengenai seberapa lama suku bunga AS akan dipertahankan di level tinggi, sekaligus menentukan arah dolar, obligasi, saham, dan emas dalam perdagangan selanjutnya.(CP)