
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (7/10), dengan BTC bergerak di sekitar US$83.000–US$83.300 setelah sempat turun di bawah US$84.000. Pelemahan terjadi ketika harga minyak kembali menembus US$100 per barel dan yield Treasury AS naik, sehingga investor mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti cryptocurrency. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin terkoreksi sekitar 3%–4%, sementara pasar kripto secara keseluruhan ikut melemah.
Tekanan utama datang dari kombinasi harga energi yang tinggi, yield obligasi AS, dan kekhawatiran inflasi. Brent kembali berada di sekitar US$101–102 per barel, sementara yield Treasury 10 tahun berada di kisaran 5,3%. Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat, meskipun peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober telah turun cukup signifikan. Bagi Bitcoin, kenaikan yield menjadi negatif karena meningkatkan daya tarik aset berimbal hasil dan memperketat kondisi likuiditas.
Pergerakan Bitcoin juga terjadi menjelang FOMC Minutes yang akan dirilis Kamis pukul 01.00 WIB. Pasar ingin melihat apakah para pejabat The Fed masih membuka ruang untuk kenaikan suku bunga berikutnya atau mulai lebih fokus pada pelemahan pasar tenaga kerja. Jika risalah bernada hawkish, dolar dan yield berpotensi kembali menguat sehingga Bitcoin bisa menghadapi tekanan tambahan. Sebaliknya, nada dovish dapat memberikan ruang bagi aset berisiko untuk melakukan rebound.
Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin. Ethereum berada di sekitar US$2.570 dan XRP sekitar US$1,44, sementara Solana juga mengalami pelemahan. Data pasar menunjukkan penurunan terjadi cukup luas di aset kripto, dengan aksi likuidasi mencapai ratusan juta dolar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan bukan sekadar koreksi pada Bitcoin, tetapi mencerminkan berkurangnya selera risiko di pasar kripto secara keseluruhan.
Analisa Newsmaker :
Bitcoin saat ini berada di titik penting. Secara fundamental, tekanan masih datang dari tingginya yield, harga minyak, dan ketidakpastian kebijakan The Fed. Secara teknikal, US$83.000 menjadi area support penting; jika ditembus secara meyakinkan, Bitcoin berpotensi mengarah ke US$80.000. Sebaliknya, pemulihan di atas US$86.500–US$87.000 akan menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda. Untuk malam ini, arah yield dan reaksi pasar setelah FOMC Minutes akan menjadi penentu utama pergerakan BTC berikutnya.
Sumber : Newsmaker.id