
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin masih bertahan di area US$83.000 pada perdagangan Selasa (29/9) meski lonjakan yield Treasury AS memberikan tekanan terhadap aset berisiko. Data pasar terbaru menunjukkan BTC bergerak di kisaran US$83 ribuan setelah sebelumnya gagal mempertahankan penguatan di atas US$85.000. Sejumlah analis menilai area US$82.000–US$83.000 menjadi support penting dalam jangka pendek. TradingView
Di sisi institusional, minat terhadap Bitcoin masih terlihat melalui produk ETF. Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$2,4 miliar sepanjang pekan 21–25 September, meski harga Bitcoin belum mampu mengikuti derasnya aliran dana tersebut. Pintu
Tekanan utama datang dari pasar obligasi. Yield Treasury AS 10 tahun berada di sekitar 5,2% dan mencapai level tertinggi sejak 2007, sementara pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed. Yield yang tinggi meningkatkan daya tarik aset berbunga dan dapat membatasi momentum Bitcoin sebagai aset tanpa imbal hasil. Reuters
Namun, beberapa analis menilai hubungan antara kenaikan yield dan Bitcoin tidak selalu negatif. Andrew Parish, Tillman Holloway, dan Mark Yusko menyoroti bahwa perkembangan ETF, futures, dan options telah meningkatkan keterlibatan institusi di pasar Bitcoin. Yusko juga berpendapat bahwa likuiditas global dapat menjadi faktor yang lebih penting daripada pergerakan suku bunga semata.
Selain Bitcoin, Ethereum, Solana, XRP, Dogecoin, dan Shiba Inu juga menjadi perhatian pasar. Pergerakan altcoin masih mengikuti sentimen makro dan arah Bitcoin, sementara volatilitas tetap tinggi setelah likuidasi posisi kripto mencapai ratusan juta dolar dalam 24 jam terakhir.
Analisis Newsmaker:
Bitcoin saat ini berada di persimpangan antara tekanan makro dan dukungan institusional. Jika area US$82.000–US$83.000 mampu bertahan, pasar masih memiliki ruang untuk konsolidasi dan mencoba kembali area resistance sebelumnya. Sebaliknya, pelemahan support tersebut perlu diwaspadai karena dapat membuka ruang koreksi lebih dalam.
Sumber: Newsmaker.id