
Trending

Kripto
Sumber: Newsmaker.id
Bitcoin kembali mengalami tekanan pada perdagangan Rabu (23/9) setelah sebelumnya mencatatkan penguatan dalam beberapa sesi. Bitcoin bergerak di sekitar US$83.985 per koin, turun 2,6%, seiring investor melakukan aksi ambil untung di tengah volatilitas pasar kripto. Meski mengalami koreksi, sejumlah analis menilai Bitcoin masih memiliki peluang melanjutkan tren positif karena aktivitas perdagangan opsi menunjukkan ekspektasi kenaikan lebih lanjut.
Analis Glassnode, Frederik Theissen, mengatakan pasar opsi Bitcoin menunjukkan adanya peningkatan minat pada posisi beli (call options) dengan target harga antara US$91.000 hingga US$102.000. Kondisi tersebut menunjukkan sebagian investor masih mempertahankan kepemilikan Bitcoin dan melihat potensi kenaikan harga dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut Theissen, tekanan aksi ambil untung saat ini masih relatif rendah dibandingkan periode puncak sebelumnya pada 2024–2025. Meskipun sebagian besar investor jangka pendek telah berada dalam posisi keuntungan, banyak pelaku pasar memilih untuk tetap mempertahankan asetnya karena mengantisipasi peluang kenaikan lanjutan.
Pergerakan pasar kripto secara keseluruhan juga mengalami pelemahan. Ethereum berada di sekitar US$2.657, turun 3,4%, sementara XRP melemah 4,2% ke US$1,51. Tekanan juga terjadi pada Solana yang turun 2,8% ke US$114,66 seiring investor melakukan penyesuaian posisi setelah reli sebelumnya.
Selain faktor teknikal, pasar kripto masih dipengaruhi oleh sentimen global seperti arah kebijakan The Fed, perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat, serta kondisi pasar risiko menjelang agenda ekonomi dan geopolitik penting. Meskipun koreksi terjadi, aliran dana institusional melalui ETF Bitcoin dan meningkatnya adopsi teknologi blockchain masih menjadi faktor pendukung jangka menengah.
Analisis Newsmaker : Koreksi Bitcoin saat ini lebih mencerminkan aksi profit taking setelah kenaikan sebelumnya, bukan perubahan tren secara fundamental. Investor masih melihat potensi penguatan apabila permintaan institusional tetap bertahan dan sentimen terhadap regulasi kripto terus membaik. Namun, pergerakan dolar AS, kebijakan The Fed, serta sentimen risiko global tetap menjadi faktor utama yang dapat menentukan arah Bitcoin berikutnya. (arl)
Sumber : Newsmaker.id