
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas dunia bergerak menguat tipis pada perdagangan Jumat, namun masih berada dalam jalur penurunan mingguan akibat tekanan dari penguatan dolar Amerika Serikat dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Harga emas spot naik 0,5% ke level US$4.293,56 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka menguat 0,7% ke US$4.329,97 per ounce.
Tekanan terhadap emas sepanjang pekan terjadi setelah indeks dolar AS (DXY) bergerak kuat di sekitar level 101,11. Dalam satu pekan terakhir, dolar telah menguat sekitar 0,9%, membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset alternatif.
Selain faktor dolar, pasar juga kembali meningkatkan perhatian terhadap arah kebijakan The Fed. Setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga pekan lalu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, investor mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan tambahan apabila tekanan inflasi masih bertahan.
Dari sisi inflasi, harga minyak menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan pasar. Minyak sempat melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari konflik Iran–AS, meskipun kemudian terkoreksi setelah muncul laporan mengenai kemungkinan kesepakatan bertahap yang dapat membuka kembali Selat Hormuz.
Newsmaker melihat, pergerakan emas saat ini masih berada dalam tekanan karena dominasi narasi The Fed dan dolar AS. Namun, risiko geopolitik Timur Tengah serta potensi kenaikan harga energi tetap menjadi faktor pendukung bagi emas karena dapat meningkatkan kekhawatiran inflasi. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada data ekonomi AS dan komentar pejabat The Fed untuk menentukan arah suku bunga berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id