
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas bergerak menguat terbatas pada perdagangan Jumat (25/9) setelah tekanan sepanjang pekan akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Harga emas (XAU/USD) berada di sekitar US$4.288 per troy ounce, dengan posisi masih melemah secara mingguan. Kenaikan harga energi dan imbal hasil obligasi menjadi faktor utama yang membatasi pergerakan emas karena pasar kembali memperhitungkan kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat.
Tekanan terhadap emas muncul setelah kenaikan harga minyak dalam beberapa hari terakhir mendorong imbal hasil Treasury AS ke level tertinggi dalam beberapa dekade. Kondisi tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga The Fed memiliki alasan untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau melakukan pengetatan tambahan. Aset emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung kurang menarik ketika yield obligasi meningkat.
Namun, pergerakan emas mulai mendapat dukungan setelah harga minyak terkoreksi dan imbal hasil Treasury kembali turun dari level tertingginya. Pasar juga mencermati perkembangan diplomasi AS-Iran terkait kemungkinan kesepakatan bertahap yang dapat membuka kembali Selat Hormuz dan mengurangi tekanan terhadap pasokan energi global.
Dari sisi ekonomi AS, sentimen konsumen mengalami pelemahan pada September akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap kenaikan harga. Indeks sentimen konsumen Universitas Michigan turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir, menunjukkan bahwa tekanan biaya hidup masih menjadi perhatian masyarakat meskipun ekonomi AS tetap menunjukkan ketahanan.
Meski menghadapi tekanan jangka pendek, emas masih memiliki faktor pendukung dalam jangka panjang sebagai aset lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Investor tetap melihat emas sebagai instrumen diversifikasi portofolio, terutama jika risiko inflasi, konflik global, atau perubahan kebijakan moneter kembali meningkat.
Analisis Newsmaker : Pergerakan emas saat ini berada dalam fase menunggu arah baru. Dalam jangka pendek, fokus pasar masih tertuju pada keputusan The Fed, pergerakan yield Treasury, dan perkembangan harga minyak. Jika tekanan inflasi kembali meningkat, emas dapat kembali menghadapi tekanan karena peluang kenaikan bunga semakin besar. Namun, jika diplomasi Timur Tengah berhasil menurunkan risiko energi dan dolar melemah, emas berpotensi mendapatkan ruang untuk kembali menguat.
Sumber: Newsmaker.id