
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Pasar saham Eropa kembali menguat pada perdagangan Jumat (25/9) setelah sebelumnya mengalami tekanan hampir sepekan. Indeks STOXX Europe 600 naik 0,4%, didukung oleh penurunan harga minyak yang memberikan ruang bagi sektor yang sensitif terhadap biaya energi serta saham pertumbuhan yang sebelumnya tertekan oleh kenaikan imbal hasil obligasi global. Secara mingguan, indeks utama Eropa masih mencatat penguatan moderat di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Pergerakan positif juga terlihat di sejumlah bursa utama. DAX Jerman menguat 0,5%, sementara FTSE 100 Inggris naik 0,1% dan CAC 40 Prancis bergerak stabil. Bursa Italia dan Spanyol mencatat kenaikan lebih kuat dengan penguatan sekitar 0,6% hingga 0,7%. Namun, secara bulanan pasar saham Eropa masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga global, risiko energi, serta ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Penurunan harga minyak menjadi katalis utama bagi pemulihan pasar karena membantu mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang berasal dari sektor energi. Sebelumnya, kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi membuat investor khawatir bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Pelemahan energi memberikan dukungan terutama bagi sektor perjalanan, rekreasi, dan industri yang sangat sensitif terhadap biaya operasional.
Meski demikian, pasar obligasi masih menjadi perhatian utama investor setelah imbal hasil surat utang pemerintah AS dan Eropa melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kenaikan yield mencerminkan meningkatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral masih memiliki ruang untuk mempertahankan atau menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi.
Dari sisi korporasi, saham Airbus melemah sekitar 2% setelah perusahaan mengungkap adanya masalah kualitas pada bagian badan pesawat ratusan unit A321neo. Di sisi lain, beberapa saham mendapat dukungan dari sentimen positif perusahaan, seperti Konecranes yang melonjak hampir 7,8% setelah mengumumkan program pembelian kembali saham, serta UBS yang naik 3,9% setelah laporan terkait kemungkinan strategi bisnis baru.
Investor juga masih mencermati perkembangan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington. Pasar menunggu sinyal terkait hubungan perdagangan kedua negara, rantai pasokan logam tanah jarang (rare earth), serta kebijakan teknologi. Sementara itu, perkembangan konflik Timur Tengah tetap menjadi faktor risiko utama karena dapat kembali memicu lonjakan harga energi dan tekanan inflasi global.
Analisis Newsmaker : Rebound saham Eropa hari ini lebih banyak didorong oleh pelemahan harga minyak dibanding perubahan fundamental ekonomi yang besar. Pasar masih berada dalam fase menunggu arah kebijakan bank sentral, terutama setelah kenaikan yield global menunjukkan investor belum yakin tekanan inflasi benar-benar mereda. Jika harga energi kembali meningkat akibat konflik Timur Tengah, tekanan terhadap saham Eropa berpotensi kembali muncul.
Sumber: Newsmaker.id