
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham AS kembali melemah pada Selasa (29/9) setelah kenaikan yield Treasury ke level tertinggi dalam beberapa tahun meningkatkan kekhawatiran investor. Dow Jones turun sekitar 0,25%, S&P 500 melemah 0,16%, sementara Nasdaq bergerak tipis di zona negatif.
Sektor perbankan menjadi salah satu penekan utama pasar. Saham Goldman Sachs, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, dan Bank of America mengalami penurunan, sementara ETF sektor keuangan juga melemah sekitar 0,5%.
Tekanan datang dari pasar obligasi setelah yield Treasury 30 tahun menembus 5,6%, level tertinggi sejak Juni 2002. Sementara itu, yield Treasury 10 tahun naik sekitar 4 basis poin ke 5,281%, mendekati level tertinggi sejak 2007.
Kenaikan yield terjadi bersamaan dengan harga minyak yang masih tinggi, sehingga investor semakin memperhitungkan risiko inflasi yang bertahan lebih lama. Kondisi ini dapat membuat kebijakan moneter tetap ketat dan meningkatkan biaya pendanaan bagi perusahaan.
Secara bulanan, S&P 500 dan Dow Jones masing-masing turun sekitar 0,3% dan 3,7% pada September, sementara Nasdaq masih menguat lebih dari 1%. Untuk kuartal III, S&P 500 dan Nasdaq masih mencatat kenaikan sekitar 2%, sedangkan Dow melemah sekitar 2%.
Analisis Newsmaker:
Perhatian Wall Street kini semakin tertuju pada pergerakan yield Treasury. Jika imbal hasil terus meningkat, tekanan terhadap valuasi saham dapat semakin besar. Investor selanjutnya akan mencermati data inflasi dan tenaga kerja AS untuk melihat arah kebijakan The Fed serta dampaknya terhadap pasar saham.
Sumber: Newsmaker.id