
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Pasar saham Eropa bergerak stabil pada perdagangan Senin (28/9) setelah kenaikan imbal hasil Treasury AS kembali membatasi penguatan indeks. Indeks Stoxx Europe 600 ditutup nyaris tidak berubah setelah sebelumnya sempat bergerak positif, seiring investor mencermati kenaikan yield obligasi AS yang kembali menembus level tinggi.
Sektor energi menjadi salah satu penopang pasar setelah saham perusahaan minyak menguat mengikuti kenaikan harga minyak mentah global. Sentimen tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait gencatan senjata, sehingga kekhawatiran terhadap pasokan energi dari Timur Tengah kembali meningkat.
Sebaliknya, sektor pertambangan mengalami tekanan setelah harga emas dan logam mulia lainnya melemah akibat penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi. Kondisi tersebut membuat aset berbasis komoditas kehilangan daya tarik di tengah meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dari sisi saham individual, sektor properti Inggris mencatat penguatan signifikan setelah pemerintah mengumumkan program pinjaman baru bagi pembeli rumah pertama. Saham Taylor Wimpey, Bellway, Persimmon, dan Barratt Redrow melonjak karena investor menilai kebijakan tersebut dapat mendukung pemulihan sektor perumahan.
Investor kini tetap mewaspadai dampak kenaikan harga energi dan yield obligasi terhadap ekonomi global. Pasar mulai memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga lanjutan dari bank sentral utama, sementara saham masih mendapat dukungan dari ketahanan ekonomi dan investasi besar pada sektor kecerdasan buatan (AI).
Analisis Newsmaker:
Pergerakan bursa Eropa saat ini berada dalam tekanan dari dua faktor utama, yaitu risiko inflasi akibat energi dan kenaikan imbal hasil global. Selama ekonomi masih menunjukkan ketahanan, saham masih memiliki ruang bertahan, namun lonjakan yield yang berkelanjutan dapat menjadi risiko bagi valuasi pasar ke depan.
Sumber: Newsmaker.id