
Trending

audusd
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan mata uang AUD/USD bergerak stabil pada perdagangan awal pekan, dengan dolar Australia masih mendapat dukungan dari ekspektasi kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA). Investor memperkirakan bank sentral Australia akan kembali memperketat kebijakan moneter untuk menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.
RBA diperkirakan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang. Jika terealisasi, langkah tersebut akan membawa tingkat suku bunga Australia ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Namun, karena pasar telah memperhitungkan potensi kenaikan tersebut, perhatian utama investor akan tertuju pada pandangan RBA mengenai arah kebijakan berikutnya.
Dari sisi Amerika Serikat, dolar AS masih mendapatkan dukungan dari tingginya imbal hasil Treasury. Sikap hawkish The Fed setelah kenaikan suku bunga sebelumnya membuat pasar tetap memperhitungkan kemungkinan adanya kenaikan tambahan untuk memastikan inflasi kembali menuju target 2%.
Perbedaan arah kebijakan antara RBA dan The Fed menjadi faktor penting bagi pergerakan AUD/USD. Meskipun prospek pengetatan RBA memberikan dukungan terhadap dolar Australia, kekuatan dolar AS akibat ekspektasi suku bunga tinggi masih membatasi potensi penguatan pasangan mata uang tersebut.
Selain faktor moneter, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik, terutama negosiasi lanjutan antara Amerika Serikat dan Iran. Setiap perkembangan terkait konflik Timur Tengah dapat memengaruhi sentimen risiko global dan berdampak terhadap pergerakan mata uang komoditas seperti dolar Australia. (asd)