
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Pasar saham Amerika Serikat memulai perdagangan pekan ini dengan tekanan setelah kenaikan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran investor terhadap inflasi. Indeks utama Wall Street bergerak melemah seiring harapan tercapainya kesepakatan antara AS dan Iran mulai meredup, sehingga risiko gangguan pasokan energi masih menjadi perhatian pasar.
Kenaikan harga minyak turut mendorong imbal hasil Treasury AS kembali bergerak naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Investor mulai memperhitungkan bahwa tekanan inflasi akibat energi dapat membuat Federal Reserve mempertahankan kebijakan ketat atau bahkan kembali menaikkan suku bunga.
Dari sisi sektor, saham material dan consumer discretionary menjadi kelompok yang mengalami tekanan terbesar. Sementara itu, sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang mencatat penguatan karena mendapat dukungan dari kenaikan harga minyak global.
Sejumlah saham teknologi besar turut mengalami pelemahan, termasuk Alphabet, Microsoft, Amazon, Meta, dan Tesla. Namun, Nvidia bergerak berlawanan arah setelah perusahaan mengumumkan tambahan program buyback saham senilai US$150 miliar, sehingga total rencana pembelian kembali saham mencapai US$235 miliar di tengah meningkatnya investasi pada sektor kecerdasan buatan (AI).
Investor kini menantikan sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat pekan ini, termasuk laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) dan data tenaga kerja. Data tersebut akan menjadi indikator utama untuk melihat kondisi ekonomi AS sekaligus menentukan arah kebijakan moneter The Fed ke depan. (asd)