
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Pasar saham AS kembali menguat pada perdagangan Jumat (25/9) setelah melewati pekan yang penuh volatilitas akibat lonjakan imbal hasil Treasury. Indeks S&P 500 naik 0,51%, Nasdaq Composite menguat 0,5%, dan Dow Jones Industrial Average melonjak 0,93%. Perbaikan sentimen didukung oleh pelemahan harga minyak serta optimisme pasar terhadap kemungkinan perkembangan diplomasi di Timur Tengah.
Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membantu Wall Street karena investor melihat peluang berkurangnya tekanan inflasi jika akses energi global kembali membaik. Harga minyak melemah setelah muncul laporan bahwa Iran dan Amerika Serikat tengah membahas kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kondisi tersebut memberikan sedikit ruang bagi pasar untuk mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan biaya energi.
Sektor teknologi menjadi pendorong utama penguatan saham AS sepanjang pekan. Saham teknologi mendapatkan sentimen positif dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), termasuk kenaikan saham perusahaan yang terkait dengan inovasi AI. Minat investor terhadap sektor teknologi tetap kuat karena pasar melihat potensi pertumbuhan jangka panjang dari investasi infrastruktur dan aplikasi AI.
Namun, pasar obligasi masih menjadi perhatian utama investor. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun dan 30 tahun mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir akibat meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve masih dapat menaikkan suku bunga tambahan. Pernyataan hawkish sejumlah pejabat The Fed serta data ekonomi AS yang kuat memperkuat pandangan bahwa kebijakan moneter ketat masih akan berlangsung.
Secara mingguan, Wall Street tetap mencatat penguatan dengan Nasdaq menjadi indeks yang mengalami kenaikan terbesar, didukung oleh performa saham teknologi. Sementara itu, investor juga mencermati perkembangan hubungan dagang Amerika Serikat dan China setelah pertemuan Presiden Donald Trump dan Xi Jinping. Perpanjangan gencatan perdagangan memberikan harapan terhadap stabilitas hubungan ekonomi kedua negara.
Analisis Newsmaker: Kinerja Wall Street pekan ini menunjukkan bahwa investor masih memiliki kepercayaan terhadap pertumbuhan ekonomi, namun kenaikan yield menjadi risiko utama yang perlu diperhatikan. Selama imbal hasil obligasi terus meningkat, tekanan terhadap valuasi saham tetap ada, terutama sektor yang sensitif terhadap suku bunga. Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada langkah The Fed, data inflasi, serta perkembangan hubungan AS-China.
Sumber: Newsmaker.id