
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Pergerakan pasar valuta asing pada Jumat (25/9) dipimpin oleh penguatan yen Jepang yang berhasil menghentikan pelemahan selama lima sesi berturut-turut terhadap dolar AS. Indeks dolar AS (DXY) berada di sekitar 100,97, melemah setelah sebelumnya mencapai level tertinggi hampir dua bulan. Yen mendapatkan dukungan setelah Jepang mengungkap bahwa Presiden Donald Trump menyampaikan kekhawatiran terkait pelemahan mata uang Jepang dalam pertemuan bilateral terbaru.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan Perdana Menteri Sanae Takaichi telah menyampaikan kepada Trump bahwa yen yang terlalu lemah menjadi masalah bagi ekonomi Jepang. Pemerintah Jepang juga menegaskan komunikasi dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent tetap berjalan untuk menghadapi volatilitas mata uang yang berlebihan, terutama setelah intervensi pasar sebelumnya untuk menahan pelemahan yen.
Sebelumnya, yen berada di bawah tekanan setelah kenaikan suku bunga Bank of Japan dinilai belum cukup agresif oleh pasar. Perbedaan kebijakan antara BoJ dan Federal Reserve menjadi faktor utama yang membuat yen melemah, terutama ketika imbal hasil obligasi AS meningkat tajam dan memperlebar selisih keuntungan aset dolar dibandingkan mata uang Jepang.
Sementara itu, dolar AS masih mencatat penguatan mingguan karena didukung oleh ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat. Data ekonomi AS yang kuat, kenaikan harga energi, serta komentar hawkish sejumlah pejabat The Fed meningkatkan peluang pasar terhadap kenaikan suku bunga tambahan. Imbal hasil Treasury AS juga menjadi perhatian setelah tenor panjang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade.
Di Eropa, euro bergerak menguat terhadap dolar namun masih mencatat pelemahan mingguan akibat tekanan dari perbedaan yield antara AS dan kawasan Eropa. Kekhawatiran terkait pasokan energi serta kondisi ekonomi regional masih membatasi penguatan mata uang tunggal tersebut. Sementara pound Inggris juga masih tertekan meskipun data kepercayaan konsumen mulai menunjukkan perbaikan.
Analisis Newsmaker: Pergerakan yen saat ini menunjukkan bahwa pasar mulai memperhatikan potensi intervensi dan koordinasi kebijakan antara Jepang dan Amerika Serikat. Namun, faktor utama tetap berada pada perbedaan suku bunga. Selama The Fed masih mempertahankan sikap hawkish dan yield AS berada tinggi, dolar masih memiliki dukungan. Fokus berikutnya tertuju pada apakah pemerintah Jepang akan mengambil langkah lebih lanjut jika pelemahan yen kembali berlanjut.
Sumber: Newsmaker.id