
Trending

usdjpy
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan USD/JPY melemah pada perdagangan Asia, Kamis (17/9), dan berada di sekitar level 156,00. Pergerakan tersebut memutus kenaikan selama tiga hari berturut-turut sekaligus memangkas sebagian penguatan dolar AS pada sesi sebelumnya. Fokus pasar kini beralih ke keputusan suku bunga Bank of Japan (BoJ) yang digelar pada Jumat (18/9).
BoJ secara luas memperkirakan kenaikan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%, level tertinggi dalam sekitar 31 tahun. Ekspektasi tersebut didorong oleh tekanan inflasi yang masih tinggi, terutama akibat kenaikan harga energi, serta keinginan bank sentral untuk membawa kebijakan moneter lebih dekat ke tingkat netral.
Pasar juga mulai mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan setelah September. Ekspektasi pengetatan tambahan memberikan dukungan terhadap yen karena dapat mencerminkan kesenjangan hasil antara Jepang dan negara-negara lain. Namun, Reuters mencatat penguatan yen tetap bergantung pada seberapa hawkish sinyal yang diberikan BoJ mengenai jalur suku bunga berikutnya.
Di sisi lain, dolar AS masih memperoleh dukungan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada hari Rabu. The Fed juga memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih mungkin dilakukan tahun ini karena tekanan inflasi tetap menjadi perhatian. Sikap hawkish tersebut mendorong dolar menguat dan imbal hasil Treasury meningkat, sehingga membantu membatasi penurunan USD/JPY.
Risiko geopolitik di Timur Tengah juga tetap menjadi faktor pendukung dolar sebagai aset safe haven. Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menembak jatuh jet tempur F-15 Arab Saudi di wilayah Marib, sementara pertempuran antara pasukan Saudi dan Houthi meningkat dalam beberapa hari terakhir. Klaim mengenai pesawat tersebut berasal dari pihak Houthi, sementara eskalasi konflik secara lebih luas telah meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan kawasan dan jalur energi.
Analisis Newsmaker: Pergerakan USD/JPY dalam jangka pendek kemungkinan akan sangat bergantung pada nada kebijakan BoJ. Kenaikan suku bunga ke 1,25% sudah banyak diperhitungkan pasar, sehingga perhatian utama akan peringatan pada sinyal mengenai kenaikan berikutnya. Pernyataan yang lebih hawkish dapat memperkuat yen dan menekan USD/JPY lebih lanjut, sementara sikap yang lebih berhati-hati berpotensi membuat dolar kembali menguat, terutama jika dukungan dari kebijakan The Fed dan permintaan safe haven tetap bertahan. (asd)