
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dalam tujuh pekan pada perdagangan Kamis (17/9) setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan menegaskan komitmennya untuk mengendalikan inflasi. Indeks dolar sempat menyentuh level 100,36, tertinggi sejak 31 Juli, sebelum bergerak sedikit melemah ke sekitar 100,20 seiring penurunan harga energi yang mulai meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa kenaikan tambahan masih diperlukan untuk menjaga inflasi tetap terkendali. Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan pentingnya independensi bank sentral meskipun sebelumnya mendapat tekanan dari Presiden AS Donald Trump yang mendorong penurunan suku bunga hingga level yang jauh lebih rendah.
Pasar melihat keputusan The Fed sebagai sinyal bahwa kebijakan moneter AS masih akan berada dalam jalur ketat. Proyeksi terbaru bank sentral menunjukkan peluang satu kali kenaikan tambahan tahun ini, namun investor masih memperhitungkan kemungkinan pengetatan yang lebih agresif karena inflasi dan harga energi masih menjadi risiko utama bagi perekonomian.
Di sisi lain, pelemahan harga minyak memberikan sedikit tekanan terhadap dolar setelah laporan mengenai tambahan pengiriman minyak dari Arab Saudi melalui Oman membantu mengurangi kekhawatiran gangguan pasokan. Penurunan harga energi turut memengaruhi pergerakan mata uang utama, dengan euro menguat tipis ke sekitar US$1,1475 setelah sebelumnya menyentuh level terendah tujuh pekan. Poundsterling melemah setelah Bank of England mempertahankan suku bunga namun memperingatkan risiko inflasi akibat konflik Timur Tengah.
Perhatian pasar selanjutnya beralih ke keputusan Bank of Japan (BoJ) yang diperkirakan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 31 tahun pada Jumat. Ekspektasi normalisasi kebijakan Jepang membantu menopang yen, dengan pasangan USD/JPY turun sekitar 0,43% ke level 155,65. Investor juga mencermati potensi perubahan arus investasi domestik Jepang apabila kenaikan yield mendorong dana kembali masuk ke pasar dalam negeri.
Analisis Newsmaker: Penguatan dolar setelah keputusan The Fed menunjukkan bahwa pasar masih memberikan perhatian besar terhadap arah kebijakan moneter AS. Selama The Fed mempertahankan sikap hawkish dan inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten, dolar berpotensi tetap mendapat dukungan. Namun, risiko terhadap dolar tetap berasal dari tekanan politik terhadap independensi The Fed serta perubahan kebijakan bank sentral lain, terutama apabila BoJ mempercepat normalisasi suku bunganya. (arl)
Sumber : Newsmaker.id