
Trending

hang-seng
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Hang Seng melemah pada perdagangan Kamis (17/9), turun sekitar 1,4% atau hampir 330 poin ke level 24.380. Tekanan terjadi setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberikan sinyal bahwa pengetatan moneter masih dapat berlanjut hingga akhir tahun. Kebijakan tersebut mendorong dolar AS dan yield Treasury lebih tinggi sehingga meningkatkan kehati-hatian investor terhadap saham Hong Kong yang sensitif terhadap suku bunga.
Federal Open Market Committee menaikkan Federal Funds Rate ke kisaran 3,75%–4,00%, menjadi kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Proyeksi terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih memperkirakan satu kenaikan tambahan tahun ini karena tekanan inflasi tetap tinggi. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa likuiditas global dapat kembali mengetat apabila siklus kenaikan suku bunga berlanjut.
Mengikuti kebijakan The Fed, Hong Kong Monetary Authority (HKMA) juga menaikkan base rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%. Langkah tersebut dilakukan karena sistem nilai tukar dolar Hong Kong dipatok terhadap dolar AS, sehingga kebijakan moneter Hong Kong cenderung bergerak mengikuti perubahan suku bunga Amerika Serikat. Kenaikan biaya pinjaman berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap sektor properti dan perusahaan yang sensitif terhadap suku bunga.
CICC menilai pengetatan kebijakan moneter AS dapat meningkatkan volatilitas saham Hong Kong dalam jangka pendek. Namun, dampaknya diperkirakan relatif terbatas apabila kenaikan suku bunga The Fed tidak berkembang menjadi siklus pengetatan yang berkepanjangan. Investor selanjutnya akan mencermati arah kebijakan The Fed serta perkembangan likuiditas di pasar Hong Kong.
Dari pergerakan saham, Tencent turun sekitar 1,4%, Xiaomi melemah 1,2%, dan AIA kehilangan sekitar 0,6%. Sebaliknya, beberapa saham masih mampu mencatat penguatan, termasuk Z.AI Co. sekitar 4,2%, Kingboard Laminates 4,9%, serta Lenovo yang naik sekitar 1,9%. Sementara itu, penurunan harga minyak setelah muncul prospek pemulihan jalur pipa East-West Arab Saudi sedikit membantu meredakan kekhawatiran inflasi energi.
Analisis Newsmaker: Tekanan terhadap Hang Seng saat ini terutama berasal dari kombinasi kenaikan suku bunga The Fed, penguatan dolar, dan kenaikan biaya pendanaan di Hong Kong. Selama pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga lanjutan di AS, volatilitas indeks berpotensi tetap tinggi. Namun, pelemahan harga minyak serta sentimen positif dari sektor teknologi tertentu dapat membantu membatasi tekanan. Arah Hang Seng berikutnya akan sangat bergantung pada ekspektasi kebijakan The Fed, kondisi likuiditas Hong Kong, dan perkembangan ekonomi China. (asd)