
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS melemah tipis pada perdagangan Rabu (16/9) setelah menguat selama enam sesi berturut-turut, tetapi masih bertahan dekat level tertinggi dalam lebih dari satu pekan. Dollar Index bergerak di sekitar 99,59 menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.
Pasar memperkirakan peluang sekitar 92% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Fokus utama bukan lagi pada keputusan kenaikan bunga, melainkan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh mengenai apakah langkah tersebut hanya bersifat sementara atau menjadi awal dari rangkaian pengetatan berikutnya.
Di Eropa, euro bergerak datar di sekitar US$1,1500 dan masih dekat level terendah hampir satu bulan. Pasar masih mencerna keputusan ECB yang sebelumnya menaikkan deposit facility rate sebesar 25 basis poin menjadi 2,50% untuk menghadapi tekanan inflasi energi.
Pound sterling juga relatif stabil di sekitar US$1,3500 menjelang keputusan Bank of England pada Kamis. Inflasi Inggris naik menjadi 3,1% pada Agustus, sementara core inflation bertahan di 2,6%, membuat pasar tetap mempertimbangkan kemungkinan BoE kembali menaikkan suku bunga.
Sementara itu, yen Jepang menguat tipis setelah USD/JPY sebelumnya menyentuh 155,49 dan kemudian turun ke sekitar 154,97. Pasar memperkirakan peluang sekitar 80% bahwa Bank of Japan akan menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 1,25% pada Jumat.
Analisis Newsmaker: Arah dolar berikutnya akan sangat bergantung pada nada Kevin Warsh. Jika The Fed membuka peluang kenaikan bunga lanjutan, DXY berpotensi mempertahankan momentum penguatan. Sebaliknya, jika kenaikan suku bunga dipandang sebagai langkah satu kali, aksi profit taking pada posisi long dolar dapat meningkat, terutama terhadap euro dan yen yang juga mendapat dukungan dari kebijakan bank sentral masing-masing. (arl)
Sumber: Newsmaker.id