
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Dolar AS (DXY) masih bergerak dalam tren penguatan pada perdagangan Senin, setelah sempat membuka sesi dengan kenaikan (bullish gap). DXY yang mengukur pergerakan dolar terhadap enam mata uang utama berada di sekitar level 101,10 selama perdagangan sesi Eropa, tetap bertahan di zona positif meski mengalami sedikit koreksi dari level tertingginya.
Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve (The Fed). Sejumlah pejabat bank sentral AS memberikan pernyataan bernada hawkish terkait risiko inflasi, membuat investor kembali memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat.
Presiden Fed Cleveland Beth Hammack memperingatkan bahwa masyarakat tidak boleh terbiasa dengan tingkat harga yang tinggi, sementara Presiden Fed Philadelphia Anna Paulson menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih dapat diperlukan untuk memastikan inflasi kembali terkendali. Perubahan ekspektasi tersebut tercermin dalam CME FedWatch Tool, yang menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Fed Oktober meningkat menjadi lebih dari 70%, dibandingkan 57,6% pekan lalu dan 17,7% sebulan sebelumnya.
Selain faktor kebijakan moneter, investor juga mencermati sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini, termasuk laporan tenaga kerja dan indikator inflasi pilihan The Fed. Data tersebut akan menjadi petunjuk baru mengenai kekuatan ekonomi AS serta arah kebijakan suku bunga berikutnya.
Dari sisi geopolitik, perhatian pasar masih tertuju pada ketegangan AS-Iran setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump menilai Iran telah mengambil posisi terlalu jauh, meski menyebut negosiasi kemungkinan akan kembali berlangsung pekan ini. Ketidakpastian tersebut menjaga permintaan terhadap dolar sebagai aset lindung nilai tetap kuat.
Sumber: Newsmaker.id