
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS (DXY) melanjutkan penguatan untuk sesi keempat berturut-turut, bergerak di sekitar level 101,2 dan mendekati level tertinggi sejak Juli. Penguatan dolar didorong oleh meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih akan melanjutkan kebijakan pengetatan moneter akibat tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
Sentimen hawkish terhadap The Fed semakin kuat setelah sejumlah pejabat bank sentral AS memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Oktober berada di sekitar 64%, meningkat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
Selain faktor kebijakan moneter, kenaikan harga energi turut memberikan dukungan terhadap dolar AS. Harga minyak kembali bergerak naik akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran serta belum adanya perkembangan signifikan dari pembicaraan diplomasi di sela-sela Sidang Umum PBB. Kenaikan energi, terutama setelah harga diesel AS mencetak rekor baru, berpotensi memperbesar tekanan inflasi.
Kondisi tersebut membuat investor kembali memperhitungkan kemungkinan periode suku bunga tinggi yang lebih lama di Amerika Serikat. Imbal hasil aset dolar yang lebih menarik dibandingkan mata uang lain menjadi faktor pendukung bagi penguatan greenback di pasar global.
Sementara itu, dolar juga menguat terhadap franc Swiss setelah Swiss National Bank (SNB) mempertahankan suku bunga acuan di level 0%, berbeda dengan ekspektasi pasar yang melihat kemungkinan perubahan kebijakan. Yen Jepang juga melemah menuju level terendah dalam tiga minggu karena investor masih mempertanyakan kecepatan normalisasi kebijakan Bank of Japan setelah kenaikan suku bunga sebelumnya.
Analisis Newsmaker : Pergerakan dolar saat ini masih didominasi oleh kombinasi tiga faktor utama: ekspektasi kenaikan bunga The Fed, kenaikan harga energi, dan ketidakpastian geopolitik. Selama inflasi AS kembali mendapat tekanan dari sektor energi dan The Fed mempertahankan nada hawkish, dolar berpotensi tetap mendapatkan dukungan dibandingkan mata uang utama lainnya.
Sumber: Newsmaker.id