
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 4% ke atas US$108 per barel pada perdagangan Senin (28/9), membalikkan pelemahan sebesar 2,1% pada sesi sebelumnya. Kenaikan harga minyak terjadi seiring meningkatnya kembali kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan setelah perkembangan terbaru dalam hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran.
Ketidakpastian kembali meningkat setelah Iran tetap mempertahankan proposal pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara Presiden AS Donald Trump sebelumnya menolak sejumlah persyaratan yang diajukan Tehran. Iran meminta pencabutan blokade laut AS serta penghapusan sanksi minyak sebagai bagian dari kesepakatan untuk membuka kembali jalur perdagangan energi strategis tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa persyaratan tersebut merupakan tuntutan yang telah lama disampaikan dan menegaskan bahwa Washington perlu memberikan sejumlah konsesi. Namun, Trump menyatakan bahwa pembicaraan dengan Iran masih berpeluang dilanjutkan kembali pada pekan ini, memberikan sedikit harapan terhadap penyelesaian konflik.
Pasar minyak terus bergerak volatil dalam beberapa bulan terakhir, dengan optimisme terhadap kemajuan diplomasi yang berulang kali berubah menjadi kekhawatiran baru akibat belum adanya kepastian penyelesaian konflik. Ketegangan yang memasuki bulan kedelapan ini membuat investor tetap memperhitungkan potensi gangguan terhadap jalur pasokan energi global.
Selain konflik AS-Iran, risiko geopolitik kawasan Timur Tengah juga masih meningkat. Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat drone Houthi yang menuju Riyadh serta sebuah rudal yang diarahkan ke wilayah Khamis Mushait. Peringatan keamanan juga dikeluarkan di sekitar Abha dan Jazan, lokasi sejumlah fasilitas energi Aramco, sehingga menjaga premi risiko pada pasar minyak tetap tinggi.
Sumber: Newsmaker.id