
Trending

usdchf
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan mata uang USD/CHF melanjutkan penguatan untuk hari keempat berturut-turut pada perdagangan Senin(28/9), menyentuh level tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan dolar terjadi karena perbedaan kebijakan moneter antara Swiss National Bank (SNB) dan Federal Reserve (The Fed) semakin terlihat, sementara pasar menunggu konfirmasi pergerakan di atas level 0,8300.
SNB mempertahankan suku bunga acuannya di level 0% pada pertemuan September dengan mempertimbangkan kondisi inflasi serta ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu, The Fed tetap mempertahankan pandangan yang lebih hawkish setelah melakukan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin dan membuka peluang pengetatan tambahan.
Tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi menjadi salah satu faktor yang mendukung ekspektasi kebijakan ketat The Fed. Kondisi tersebut menjaga imbal hasil obligasi AS tetap tinggi di dekat level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS dibandingkan mata uang lainnya.
Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik Timur Tengah turut memberikan dukungan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara ancaman konflik lanjutan serta serangan kelompok Houthi di Yaman terhadap kepentingan Arab Saudi kembali meningkatkan kekhawatiran pasar.
Dari sisi fundamental, kombinasi antara suku bunga AS yang lebih tinggi, yield Treasury yang kuat, serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor pendukung bagi USD/CHF. Investor selanjutnya akan mencermati pernyataan pejabat FOMC untuk mencari petunjuk terbaru mengenai arah kebijakan The Fed dan peluang kenaikan suku bunga berikutnya.(gn)
Sumber: Newsmaker.id