
Trending

Minyak
Sumber: Newsmaker.id
Harga minyak kembali menguat karena ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz meningkat setelah Iran tetap mempertahankan usulan agar jalur strategis tersebut dibuka dalam waktu tujuh hari, sementara Presiden AS Donald Trump menolak persyaratan tersebut. Brent kembali bergerak di kisaran US$106 per barel, sedangkan WTI berada di atas US$93 per barel. Trump menyebut Iran telah bertindak terlalu jauh, meski negosiasi antara kedua pihak diperkirakan dapat kembali berlangsung pekan ini.
Kondisi tersebut membuat pasar kembali memperhitungkan risiko keterlambatan normalisasi arus energi melalui Hormuz. Meski demikian, sejumlah analis menilai kenaikan minyak berpotensi terbatas karena pasar sebelumnya memang tidak terlalu mengharapkan pembukaan selat dalam waktu tujuh hari. Fokus utama investor kini bergeser pada perkembangan nyata dalam negosiasi serta volume minyak yang berhasil melewati jalur tersebut.
Ketidakpastian geopolitik juga diperkuat oleh tekanan terhadap pasokan minyak Iran. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut China berpotensi segera menerima pengiriman minyak Iran terakhirnya, sementara jumlah minyak Iran yang masih berada dalam perjalanan relatif terbatas. Kondisi ini dapat meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran sekaligus menjadi faktor yang mendorong negosiasi kembali ke meja perundingan.
Di sisi lain, risiko gangguan pasokan masih datang dari kawasan Teluk. Koalisi pimpinan Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat drone Houthi yang mengarah ke Riyadh serta rudal menuju Khamis Mushait. Ancaman terhadap wilayah sekitar Abha dan Jazan juga menjadi perhatian karena terdapat fasilitas energi milik Saudi Aramco di kawasan tersebut.
Analisis Newsmaker:
Pasar minyak saat ini masih berada di antara dua sentimen utama: harapan diplomasi yang dapat menormalkan pasokan dan risiko konflik yang berpotensi mengganggu jalur energi. Selat Hormuz menjadi kunci karena sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan LNG dunia sebelumnya melewati jalur tersebut. Selama belum ada kepastian pembukaan kembali, premi risiko geopolitik masih berpotensi menjaga harga minyak tetap tinggi.
Sumber: Newsmaker.id