
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 menguat sekitar 0,8% ke level 66.877,70 pada perdagangan Senin (28/09) , mengikuti sentimen positif dari Wall Street pada akhir pekan lalu. Meredanya tekanan jual di pasar obligasi Treasury AS turut memperbaiki selera risiko investor di pasar saham Jepang.
Saham-saham terkait industri semikonduktor menjadi penopang utama kenaikan pasar. Advantest menguat sekitar 3,3%, SoftBank Group naik 2,5%, sementara Screen Holdings melonjak sekitar 4,3%, mencerminkan kembali meningkatnya minat investor terhadap sektor teknologi.
Sentimen positif dari Amerika Serikat muncul setelah saham-saham Wall Street ditutup menguat pada Jumat. Tekanan terhadap obligasi pemerintah AS mulai mereda, memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke aset berisiko, termasuk saham teknologi yang sebelumnya tertekan oleh kenaikan imbal hasil.
Sementara itu, dolar AS diperdagangkan di sekitar 157,58 yen, melemah dibandingkan posisi 158,15 yen pada penutupan pasar saham Tokyo Jumat lalu. Pergerakan yen turut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi prospek pendapatan perusahaan-perusahaan eksportir Jepang.
Meski Nikkei bergerak menguat, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran terkait gencatan senjata selama tujuh hari. Ketidakpastian geopolitik tersebut masih menjadi risiko bagi sentimen pasar, terutama jika kembali memicu lonjakan harga energi dan volatilitas di pasar global.