
Trending

Nikkei
Sumber: Newsmaker.id
Indeks Nikkei 225 melemah pada perdagangan Senin (28/09) dengan turun 0,73% ke level 65.878, mengakhiri tren penguatan selama lima sesi berturut-turut. Bursa Jepang kehilangan momentum setelah sebelumnya bergerak positif, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik dan tekanan inflasi global.
Tekanan utama datang dari kenaikan harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran menyatakan masih mempertahankan sejumlah persyaratan untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis tersebut, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi kembali meningkat.
Selain faktor energi, kenaikan imbal hasil obligasi global turut membebani sentimen pasar. Investor semakin memperhitungkan kemungkinan adanya pengetatan kebijakan moneter lanjutan oleh bank sentral utama dunia akibat risiko inflasi yang masih tinggi. Kondisi tersebut membuat aset berisiko seperti saham kembali menghadapi tekanan.
Pelaku pasar juga mulai mengambil sikap hati-hati menjelang laporan keuangan Micron Technology yang akan dirilis pekan ini. Hasil kinerja perusahaan tersebut dinilai dapat memberikan gambaran mengenai prospek permintaan sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan industri semikonduktor global.
Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan sektor chip setelah pemerintah China dikabarkan membuka peluang bagi sejumlah perusahaan untuk membeli chip terbaru Nvidia RTX Pro 5500. Namun, saham teknologi Jepang tetap mengalami tekanan, dengan Kioxia turun 4,4%, Ibiden melemah 4,4%, dan Lasertec terkoreksi 2,2%. Pasar kini menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan saham teknologi ke depan.