
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) kembali berada di bawah tekanan jual kuat pada perdagangan Senin, melemah lebih dari 3% ke sekitar US$4.143 per ounce, level terendah sejak 5 Agustus. Penurunan emas terjadi setelah kenaikan harga minyak dan meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) membebani permintaan terhadap logam mulia.
Pergerakan harga minyak masih menjadi perhatian utama pasar setelah konflik di Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global. Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada akhir Februari, yang kemudian berdampak terhadap distribusi energi melalui Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak terpenting dunia.
Upaya diplomasi antara AS dan Iran juga belum memberikan kepastian. Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari, meski ia menyatakan negosiasi lanjutan kemungkinan akan berlangsung pekan ini. Sejumlah mediator juga dilaporkan akan menggelar pembicaraan terpisah dengan pihak AS dan Iran untuk membahas revisi proposal tersebut.
Meski secara historis emas dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan perlindungan terhadap inflasi, logam mulia belum mampu mendapatkan dorongan signifikan dari ketidakpastian geopolitik saat ini. Harga emas telah turun sekitar 25% dari rekor tertinggi Januari di dekat US$5.600, karena fokus investor lebih banyak tertuju pada prospek suku bunga dan kenaikan imbal hasil obligasi. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bahkan naik ke 5,23%, level tertinggi sejak 2007.
Tekanan terhadap emas semakin besar setelah pasar meningkatkan ekspektasi kebijakan moneter ketat The Fed. Setelah kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan 15–16 September, komentar hawkish dari sejumlah pejabat The Fed membuat pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Oktober mencapai sekitar 70% berdasarkan CME FedWatch. Investor kini menantikan rangkaian data ekonomi AS pekan ini, termasuk Personal Consumption Expenditures (PCE), ISM PMI, dan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dapat menentukan arah kebijakan The Fed berikutnya.
Sumber: Newsmaker.id