
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pasangan GBP/USD bergerak menguat tipis pada hari Senin (28/9) di tengah tekanan dari kenaikan imbal hasil Treasury AS yang kembali menopang dolar. GBP/USD berada di sekitar 1.3252, setelah sempat naik ke area 1.3275 pada awal perdagangan. Namun, memudarnya harapan damai AS–Iran dan kenaikan harga minyak kembali memberikan dukungan terhadap dolar AS.
Indeks dolar AS (DXY) kembali menguat mendekati level tertinggi tiga hari seiring investor memperhitungkan peluang kebijakan The Fed yang tetap ketat. Kenaikan harga minyak setelah penolakan proposal Iran terkait pembukaan Selat Hormuz juga meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun kembali melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Investor mulai meningkatkan permintaan terhadap yield jangka pendek karena mengantisipasi kemungkinan pengetatan lanjutan The Fed, meskipun kondisi tersebut juga meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.
Di sisi Inggris, pound mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa kenaikan harga energi dapat mendorong Bank of England (BoE) mempertahankan kebijakan ketat. Pejabat BoE menilai tekanan inflasi dari sektor energi masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan arah suku bunga.
Investor selanjutnya akan mencermati perkembangan anggaran musim gugur Inggris serta data ekonomi terbaru untuk melihat prospek kebijakan BoE. Sementara itu, arah GBP/USD masih akan sangat dipengaruhi oleh pergerakan dolar AS, yield Treasury, dan perkembangan geopolitik Timur Tengah.
Analisis Newsmaker:
GBP/USD saat ini berada dalam tarik-menarik antara dukungan kebijakan BoE yang berpotensi lebih ketat dan tekanan dari penguatan dolar akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Selama yield AS tetap tinggi dan risiko inflasi energi belum mereda, dolar masih memiliki peluang mempertahankan dominasinya di pasar valuta asing.
Sumber: Newsmaker.id