
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
GBP/USD bergerak melemah di sekitar 1,3380 pada perdagangan Senin, 21 September 2026, membuat pound sterling bertahan di sekitar level terendah dalam tujuh pekan. Sterling turun sekitar 0,1% terhadap dolar AS setelah gagal mempertahankan pemulihan pada akhir pekan lalu. Tekanan terutama datang dari dolar yang masih mendapat dukungan setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dan membuka peluang pengetatan tambahan.
Perbedaan prospek kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of England (BoE) menjadi salah satu faktor utama yang membebani GBP/USD. The Fed pekan lalu menaikkan suku bunga dan memberi sinyal kenaikan tambahan masih mungkin dilakukan, sementara BoE memilih mempertahankan suku bunga. Meski demikian, BoE juga memperingatkan bahwa kenaikan harga energi akibat konflik Iran dapat memaksa bank sentral kembali menaikkan bunga apabila tekanan inflasi berlanjut.
Dari Inggris, kondisi ekonomi sebenarnya memberikan sebagian dukungan bagi sterling. Penjualan ritel Agustus tercatat lebih kuat dari perkiraan, sementara pertumbuhan ekonomi pada Juli juga melampaui ekspektasi. Pasar uang saat ini memperhitungkan sekitar 65% peluang BoE menaikkan suku bunga pada November, sehingga ekspektasi pengetatan dari bank sentral Inggris masih dapat membatasi pelemahan pound. Investor selanjutnya menunggu data PMI September untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai aktivitas sektor swasta Inggris.
Untuk pergerakan berikutnya, GBP/USD masih berada dalam tarik-menarik antara ekspektasi kenaikan suku bunga BoE dan kekuatan dolar akibat prospek Fed yang lebih hawkish. Area 1,3345 menjadi support yang perlu diperhatikan; penembusan ke bawah dapat membuka tekanan menuju 1,3255. Sebaliknya, apabila pound mampu pulih, area 1,3410 hingga 1,3474 menjadi resistance terdekat. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan ekspektasi suku bunga serta data PMI Inggris dan AS pekan ini.(CP)