
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street bergerak beragam pada perdagangan Selasa (22/9), dengan Nasdaq Composite mencatat rekor tertinggi sepanjang masa didorong penguatan saham teknologi, sementara investor tetap mencermati perkembangan hubungan AS dan Iran. Nasdaq naik 0,45% dan ditutup di level 27.244,28, sedangkan S&P 500 bergerak stabil di 7.764,64. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 185,14 poin atau 0,36% ke 51.863,69.
Penguatan Nasdaq didukung oleh lonjakan sejumlah saham teknologi, termasuk Sandisk yang naik hampir 7% setelah mendapatkan rekomendasi positif dari Rosenblatt. Sentimen terhadap sektor teknologi kembali membaik setelah pasar melihat peluang pertumbuhan dari industri AI dan infrastruktur digital. Kenaikan saham teknologi membantu menopang pasar di tengah tekanan dari beberapa sektor lainnya.
Sementara itu, harga minyak dunia kembali melemah setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pejabat Amerika Serikat menggelar pertemuan yang “sangat baik” dengan delegasi Iran selama sekitar tiga jam. Harga Brent turun 1,09% ke US$99,25 per barel, sedangkan WTI melemah 1,24% ke US$94,59 per barel, mencatat penurunan untuk sesi kelima berturut-turut.
Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Trump mengatakan dirinya memiliki “keputusan besar” terkait langkah berikutnya terhadap Iran, antara melanjutkan tekanan atau mencari kesepakatan. Trump juga menyebut dirinya percaya kesepakatan dengan Iran dapat tercapai setelah pemilu AS, meskipun hubungan kedua negara masih dipenuhi ketegangan.
Penurunan harga minyak juga didorong laporan bahwa Iran menawarkan kemungkinan membuka kembali Selat Hormuz dalam tujuh hari apabila kondisi tertentu terpenuhi. Selain itu, Arab Saudi dikabarkan tengah mempersiapkan pengoperasian kembali pipa East-West yang sebelumnya terganggu akibat serangan drone.
Dari sisi pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS masih menjadi perhatian investor. Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,955%, setelah sebelumnya mendekati level 5%. Investor tetap mempertimbangkan kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama akibat inflasi yang masih tinggi dan tekanan harga energi.
Fokus pasar berikutnya akan tertuju pada pertemuan Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Washington. Pertemuan tersebut diperkirakan membahas sejumlah isu strategis seperti AI, perang Iran, tarif perdagangan, serta logam tanah jarang (rare earth metals) yang dapat memengaruhi sentimen pasar global.
Analisis Newsmaker : Wall Street mendapatkan dorongan dari dua katalis utama, yaitu reli saham teknologi dan harapan meredanya konflik Timur Tengah. Namun, investor masih berhati-hati karena arah kebijakan The Fed, perkembangan Iran, serta pertemuan Trump-Xi dapat menentukan apakah reli pasar dapat berlanjut. (arl)
Sumber: Newsmaker.id