
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak melemah pada perdagangan Selasa setelah pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang lebih ketat hingga akhir tahun. Tekanan terhadap emas meningkat seiring penguatan dolar AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan yang mengurangi daya tarik logam mulia sebagai aset tanpa imbal hasil.
Harga emas spot turun sekitar 0,3% ke level US$4.332,34 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka AS juga melemah 0,3% menuju US$4.370,40 per ounce. Pergerakan ini terjadi setelah pasar semakin yakin bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan restriktif guna memastikan inflasi kembali menuju target.
Menurut Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy TD Securities, tekanan terhadap emas masih berasal dari ekspektasi kenaikan suku bunga serta penguatan dolar AS. Meskipun harga minyak mulai menurun, pasar tetap memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed sehingga memberikan tekanan terhadap aset yang tidak menghasilkan imbal seperti emas.
Data CME FedWatch menunjukkan pelaku pasar kini melihat peluang sekitar 90% untuk kenaikan suku bunga pada Desember, meningkat dibandingkan sekitar 80% pada pekan sebelumnya. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh komentar pejabat The Fed seperti Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem dan Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee yang menilai kenaikan suku bunga tambahan masih diperlukan untuk mengendalikan inflasi.
Di sisi lain, penurunan harga minyak akibat meningkatnya peluang diplomasi Timur Tengah juga memberikan tekanan tambahan bagi emas. Iran membuka kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika sejumlah syarat terpenuhi, sementara Arab Saudi juga bersiap meningkatkan kembali pengiriman minyak dari pelabuhan Yanbu. Kondisi tersebut membantu meredakan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi energi.
Namun, risiko geopolitik masih menjadi faktor yang menjaga daya tarik emas sebagai aset safe haven. Konflik Timur Tengah yang belum sepenuhnya mereda membuat investor tetap memperhatikan perkembangan hubungan AS–Iran dan dampaknya terhadap pasar global.
Newsmaker melihat, emas saat ini berada dalam tekanan dari kombinasi dolar AS yang kuat dan ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama. Selama pasar masih melihat peluang kenaikan bunga The Fed tetap besar, ruang penguatan emas dapat terbatas. Namun, apabila tekanan geopolitik kembali meningkat atau data ekonomi AS menunjukkan perlambatan, emas masih memiliki peluang untuk kembali mendapatkan dukungan.
Sumber: Newsmaker.id