
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali melemah pada perdagangan Senin (21/9), turun lebih dari 0,6% setelah investor masih mencerna keputusan Federal Reserve yang menaikkan suku bunga pekan lalu. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.350 per troy ounce setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi harian mendekati US$4.383 per troy ounce. Tekanan terhadap emas muncul meskipun yield Treasury AS mulai menurun pada paruh kedua perdagangan.
Pergerakan emas masih dibayangi oleh penguatan dolar AS yang kembali mendapatkan dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat. Indeks dolar AS (DXY) naik sekitar 0,2% ke level 100,42, karena pasar menilai keputusan kenaikan suku bunga The Fed berhasil memperkuat kembali kredibilitas bank sentral dalam menjaga inflasi tetap terkendali.
Sentimen pasar yang lebih positif juga membuat permintaan terhadap aset safe haven seperti emas sedikit berkurang. Harapan terhadap perkembangan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran turut menekan harga minyak, setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemungkinan terbuka untuk bertemu dengan Presiden Iran di sela-sela Sidang Umum PBB pekan ini.
Meskipun yield Treasury AS mengalami penurunan, emas belum mampu memanfaatkan kondisi tersebut secara maksimal. Pasar masih memperkirakan The Fed dapat kembali menaikkan suku bunga menjelang akhir tahun, dengan pelaku pasar memperhitungkan tambahan pengetatan sekitar 33 basis poin. Kondisi ini membuat tekanan terhadap aset tanpa imbal hasil seperti emas masih bertahan.
Sejumlah pejabat The Fed juga memberikan pandangan yang cenderung hawkish. Presiden The Fed St. Louis Alberto Musalem mengatakan tanpa kebijakan yang lebih ketat, inflasi berpotensi tetap berada jauh di atas target 2% dalam 18 bulan ke depan. Sementara Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai bank sentral tidak dapat mengabaikan tekanan inflasi akibat gangguan pasokan yang terus terjadi.
Analisis Newsmaker: Pergerakan emas saat ini masih menghadapi tekanan dari kombinasi dolar yang kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan The Fed. Namun, risiko geopolitik dan potensi pelemahan dolar masih menjadi faktor pendukung bagi emas. Investor selanjutnya akan mencermati data ekonomi AS seperti ADP Employment Change, PMI manufaktur dan jasa, serta rangkaian pidato pejabat The Fed untuk mencari arah baru pergerakan XAU/USD. (arl)
Sumber: Newsmaker.id