
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas (XAU/USD) bergerak melemah pada perdagangan Senin (21/6) setelah dolar AS kembali mendapatkan dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed). Emas turun sekitar 0,50% dan diperdagangkan di area US$4.350 per troy ounce pada sesi Eropa, meski masih bertahan di atas level terendah enam pekan yang tercatat pada Rabu lalu.
Tekanan terhadap emas datang setelah The Fed memberikan sinyal hawkish dalam pertemuan kebijakan terbaru. Bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dan melalui dot plot menunjukkan bahwa pejabat The Fed masih memperkirakan adanya satu kali kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir tahun. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membuat dolar AS menguat dan mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil.
Namun, penurunan emas masih tertahan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Serangan kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap sejumlah target sensitif di Riyadh, Arab Saudi, kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan dan pasokan energi global. Selain itu, Iran menyatakan belum bersedia membuka kembali jalur Selat Hormuz maupun kembali melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat sebelum sejumlah tuntutan mereka dipenuhi.
Faktor geopolitik masih menjadi penopang bagi emas karena investor tetap mencari aset aman di tengah ketidakpastian. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa dirinya masih berada dalam tahap menentukan langkah terkait konflik Iran, sehingga pasar tetap mempertahankan sebagian premi risiko.
Newsmaker melihat, pergerakan emas saat ini masih berada dalam fase konsolidasi antara tekanan dolar dan dukungan safe haven. Jika dolar terus menguat akibat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, emas berpotensi menghadapi tekanan lebih lanjut. Namun, eskalasi baru di Timur Tengah atau penurunan imbal hasil obligasi AS dapat kembali membuka peluang bagi emas untuk rebound.
Sumber: Newsmaker.id