
Trending

Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali melemah pada perdagangan Senin (21/9) setelah investor mempertimbangkan risiko kenaikan suku bunga lanjutan dari Federal Reserve. Emas spot (XAU/USD) sempat turun sekitar 1,3% ke bawah level US$4.325 per troy ounce, sebelum bergerak di sekitar US$4.349,96 per troy ounce. Tekanan terhadap emas muncul meskipun harga minyak terus mengalami penurunan, karena pasar masih fokus pada arah kebijakan moneter AS.
Perhatian investor kini tertuju pada sejumlah pejabat The Fed yang dijadwalkan memberikan pernyataan pekan ini setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan sebelumnya. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya memberikan tekanan terhadap emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil dibandingkan instrumen berbasis bunga.
Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee mengatakan The Fed tidak dapat mengabaikan gangguan pasokan yang terus berulang dan berkepanjangan. Menurutnya, tekanan inflasi akibat supply shock kini semakin sering terjadi dan dapat membutuhkan respons kebijakan yang berpotensi memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed masih akan mempertahankan sikap ketat terhadap inflasi.
Selain faktor kebijakan moneter, tekanan terhadap emas juga datang dari aktivitas pasar fisik. Sejumlah pelaku pasar melaporkan adanya aksi jual besar di pasar bullion London, dengan jumlah emas yang ditawarkan mencapai sekitar empat kali lipat dibandingkan permintaan pembeli, sehingga turut memberikan tekanan terhadap harga logam mulia.
Di sisi lain, harga minyak yang turun di bawah US$100 per barel memberikan sentimen campuran bagi emas. Penurunan harga energi terjadi setelah aliran minyak melalui Selat Hormuz tetap berjalan dan perkembangan diplomasi terkait konflik AS-Iran membantu meredakan kekhawatiran gangguan pasokan. Kondisi ini mengurangi tekanan inflasi energi yang sebelumnya menjadi salah satu pendukung emas.
Analisis Newsmaker: Pergerakan emas saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru. Setelah keputusan The Fed yang hawkish, pasar akan memperhatikan pidato para pejabat bank sentral untuk melihat apakah peluang kenaikan bunga tambahan semakin kuat. Dalam jangka pendek, emas berpotensi sensitif terhadap pergerakan dolar AS, yield Treasury, dan harga minyak. Namun, permintaan safe haven serta ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang dapat membatasi tekanan lebih lanjut terhadap emas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id