
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
Pound Sterling melemah pada perdagangan Selasa (22/9), turun sekitar 0,17% terhadap dolar AS dan bergerak di sekitar level 1,3343 setelah sempat menyentuh 1,3387. Pelemahan GBP/USD terjadi meskipun muncul kabar bahwa Iran berpotensi membuka kembali Selat Hormuz jika Amerika Serikat memenuhi sejumlah persyaratan, karena perhatian pasar lebih tertuju pada meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan The Fed.
Sentimen pasar sempat membaik setelah laporan Kyodo menyebutkan bahwa Teheran menyampaikan kemungkinan membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dalam tujuh hari apabila Washington menghentikan blokade terhadap Iran dan operasi militer. Namun, penguatan dolar AS tetap mendominasi karena investor memperkirakan The Fed masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga sekali lagi sebelum akhir tahun.
Indeks dolar AS (DXY) menguat 0,27% ke level 100,69, mendekati level tertinggi dalam dua bulan. Dukungan terhadap dolar juga datang dari data pasar tenaga kerja AS yang menunjukkan rata-rata ADP Employment Change empat minggu meningkat dari 16,75 ribu menjadi 20 ribu, mengindikasikan kondisi tenaga kerja masih cukup kuat.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden The Fed Boston Susan Collins mengatakan dirinya mendukung kenaikan suku bunga karena risiko inflasi tetap bertahan di atas target 2%. Collins menilai kondisi pasar tenaga kerja yang lebih stabil memberikan ruang bagi kebijakan moneter untuk tetap fokus mengembalikan stabilitas harga.
Sementara itu, dari Inggris, data menunjukkan pinjaman sektor publik pada Agustus meningkat menjadi £18,3 miliar, lebih tinggi dari perkiraan £15,7 miliar. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap defisit fiskal Inggris. Namun, ekspektasi bahwa Bank of England (BoE) masih dapat menaikkan suku bunga pada November membantu membatasi pelemahan pound.
Analisis Newsmaker : Pergerakan GBP/USD saat ini masih sangat dipengaruhi oleh perbedaan arah kebijakan moneter antara The Fed dan BoE. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga AS tetap kuat, dolar berpotensi mempertahankan tekanannya terhadap pound. Namun, perkembangan diplomasi Timur Tengah dan keputusan BoE berikutnya dapat menjadi faktor penentu arah pasangan mata uang ini. (arl)
Sumber: Newsmaker.id