
Trending

gbpusd
Sumber: Newsmaker.id
GBP/USD bergerak melemah pada perdagangan terbaru setelah dolar Amerika Serikat kembali mendapatkan dukungan dari ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Investor masih berhati-hati menilai arah suku bunga AS di tengah sinyal bahwa kebijakan moneter ketat dapat bertahan lebih lama.
Tekanan terhadap poundsterling muncul ketika pelaku pasar meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset utama, terutama setelah sejumlah pejabat The Fed memberikan pandangan yang masih berhati-hati terhadap prospek inflasi dan kebijakan suku bunga ke depan.
Dari sisi Inggris, pasar masih memperhatikan kondisi ekonomi domestik serta arah kebijakan Bank of England (BoE). Meskipun inflasi Inggris menunjukkan perkembangan, investor tetap melihat risiko perlambatan ekonomi yang dapat membatasi ruang bank sentral untuk mempertahankan kebijakan ketat.
Selain faktor moneter, sentimen risiko global juga menjadi perhatian. Penguatan Wall Street dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko memberikan dukungan terhadap mata uang ber-yield tinggi, namun dolar tetap menjadi pilihan investor ketika ketidakpastian meningkat.
Pergerakan GBP/USD juga dipengaruhi oleh perkembangan hubungan dagang global, terutama menjelang agenda penting antara Amerika Serikat dan China. Potensi perbaikan hubungan ekonomi kedua negara dapat mendukung sentimen pasar, sementara ketegangan baru dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven.
Ke depan, fokus investor akan tertuju pada data ekonomi AS, komentar pejabat The Fed, serta perkembangan kebijakan BoE. Kombinasi antara arah suku bunga dan kondisi ekonomi kedua negara akan menjadi penentu utama pergerakan GBP/USD berikutnya.(CP)