
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Bursa saham Eropa ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin (21/9), didukung oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah dan meredanya tekanan dari harga energi. Indeks Euro STOXX 50 naik 1,3% ke level 6.318, sementara STOXX Europe 600 menguat 1,0% ke 642. Perbaikan sentimen terjadi setelah pasar melihat peluang meredanya ketegangan energi di tengah upaya diplomasi negara-negara Teluk dengan Iran.
Penurunan harga gas alam dan bahan bakar memberikan dorongan bagi pasar karena investor mulai mengurangi kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Turunnya yield obligasi juga membantu sektor perbankan karena meningkatkan prospek kredit. Saham perbankan seperti UniCredit, Nordea, dan BBVA mencatat kenaikan antara 2% hingga 3,2%, menjadi salah satu pendorong utama indeks Eropa.
Sektor industri turut mendapatkan dukungan dari pelemahan harga energi. Perusahaan dengan konsumsi energi tinggi seperti Siemens dan Schneider masing-masing menguat lebih dari 3% karena biaya operasional berpotensi lebih rendah. Selain itu, sentimen positif sektor teknologi global juga mendorong saham terkait infrastruktur AI, dengan Infineon naik 4,3% dan ASML menguat 2,5%.
Di Inggris, indeks FTSE 100 naik 0,8% setelah mengalami tekanan pada perdagangan Jumat. Penurunan harga minyak yang memasuki sesi keempat membantu memperbaiki selera risiko investor karena mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi berkepanjangan. Sektor perbankan memimpin kenaikan, dengan HSBC naik 1,7%, Barclays 1,8%, Lloyds Banking Group 1,1%, NatWest 1,5%, dan Standard Chartered 1,8%.
Namun, saham perusahaan energi menjadi pengecualian karena harga minyak yang terus melemah. BP turun sekitar 3% dan Shell melemah 1,3% seiring harga minyak turun ke level terendah dalam beberapa pekan. Sementara itu, saham tambang mendapatkan dukungan dari kenaikan harga tembaga akibat ekspektasi pasokan yang lebih ketat dan permintaan China yang tetap kuat.
Analisis Newsmaker: Penguatan bursa Eropa hari ini menunjukkan investor mulai merespons positif penurunan tekanan energi dan yield obligasi. Meski demikian, pasar masih akan mencermati perkembangan geopolitik Timur Tengah, terutama apakah jalur perdagangan energi dapat kembali normal. Ke depan, arah saham Eropa masih akan bergantung pada perkembangan inflasi, kebijakan ECB, serta stabilitas harga komoditas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id