
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak (XAG/USD) mengalami tekanan besar pada perdagangan Senin (28/9) dengan melemah sekitar 5% ke level terendah sejak awal Agustus. XAG/USD bergerak di sekitar US$61,08 per ounce akibat penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury yang membuat aset logam tanpa imbal hasil kehilangan daya tarik.
Kenaikan yield Treasury AS tenor 10 tahun ke level tertinggi sejak 2007 serta indeks dolar yang mendekati level tertinggi dua bulan menjadi tekanan utama bagi perak. Yield yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia, sementara dolar kuat membuat perak lebih mahal bagi investor global.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh ketidakpastian konflik AS–Iran yang menjaga harga minyak tetap tinggi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan dari The Fed. Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober berada di sekitar 70% setelah kenaikan 25 basis poin pada pertemuan September.
Investor selanjutnya akan mencermati sejumlah data ekonomi penting AS, termasuk laporan inflasi PCE, ISM Manufacturing PMI, dan Nonfarm Payrolls (NFP). Data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan The Fed sekaligus memberikan gambaran terhadap prospek pergerakan logam mulia ke depan.
Analisis Newsmaker:
Pergerakan perak saat ini menunjukkan bahwa faktor makroekonomi masih menjadi penggerak utama pasar dibandingkan sentimen geopolitik. Meskipun ketegangan Timur Tengah biasanya memberikan dukungan terhadap aset lindung nilai, kenaikan yield Treasury AS, penguatan dolar, dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membuat tekanan terhadap logam mulia tetap dominan. Ke depan, arah perak akan sangat bergantung pada data ekonomi AS, terutama inflasi PCE dan pasar tenaga kerja, karena hasil data tersebut dapat menentukan apakah The Fed akan melanjutkan kebijakan ketat atau mulai memberikan ruang pelonggaran.
Sumber: Newsmaker.id