
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak dunia melonjak hampir 4% pada perdagangan Eropa, Rabu (4/11/2026), dengan pasangan XAG/USD dilaporkan mendekati level US$51,85 per troy ounce. Penguatan tersebut terjadi setelah hasil pemilu sela Amerika Serikat (AS) menunjukkan kemenangan Partai Demokrat yang berhasil menguasai Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat. Perubahan kekuatan politik di Washington meningkatkan ketidakpastian terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump, sehingga mendorong minat investor terhadap aset aman seperti perak.
Kemenangan Demokrat di kedua kamar Kongres berpotensi membatasi sejumlah agenda ekonomi Trump, termasuk kebijakan perpajakan, belanja pemerintah, dan dukungan terhadap industri kecerdasan buatan (AI). Ketidakpastian ini memicu kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan pasar saham AS. Investor mulai mempertimbangkan kemungkinan meningkatnya hambatan politik dalam pengambilan keputusan pemerintah, yang dapat memengaruhi arus investasi dan permintaan terhadap dolar AS.
Analis Commerzbank memperingatkan bahwa perubahan politik tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar saham AS, khususnya indeks Nasdaq yang didominasi perusahaan teknologi. Selama ini, penguatan dolar turut didukung oleh aliran modal asing ke pasar saham Amerika. Apabila minat investasi terhadap saham AS berkurang akibat ketidakpastian regulasi dan prospek keuntungan perusahaan, dolar berpotensi mengalami pelemahan lanjutan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan daya tarik perak karena logam mulia menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.
Meski demikian, penguatan perak masih menghadapi tantangan dari ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Desember. Pasar memperkirakan bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi kisaran 4,00%–4,25%. Kebijakan moneter yang lebih ketat berpotensi membatasi kenaikan perak karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Investor kini menantikan laporan ADP Employment Change dan ISM Services PMI, sebelum rilis Non-Farm Payrolls (NFP) pada Jumat yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga serta pergerakan dolar.
Newsmaker mencatat, lonjakan harga perak mencerminkan meningkatnya permintaan aset aman di tengah perubahan politik AS dan pelemahan dolar. Namun, keberlanjutan penguatan XAG/USD masih bergantung pada perkembangan kebijakan moneter dan kondisi ekonomi Amerika. Jika dolar terus melemah dan imbal hasil obligasi AS menurun, perak berpeluang mempertahankan momentum kenaikannya. Sebaliknya, apabila data ketenagakerjaan kembali menunjukkan kekuatan ekonomi AS dan memperbesar ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, harga perak berisiko mengalami koreksi. Dengan demikian, arah pergerakan perak dalam jangka pendek masih dipengaruhi hasil pemilu AS, perubahan sentimen pasar saham, dan data ekonomi yang akan dirilis.