
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak (XAG/USD) melemah sekitar 3% pada Kamis (29/10) dan menyentuh level terendah tahun berjalan di sekitar US$52,32 per troy ounce. Tekanan terjadi meski dolar AS justru melemah, menunjukkan bahwa pergerakan perak saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga The Fed.
Tekanan semakin kuat setelah data ekonomi AS memperkuat peluang kenaikan suku bunga pada Desember. Core PCE September naik 0,3% secara bulanan, sementara inflasi inti tahunan meningkat menjadi 3,1%, masih berada di atas target The Fed sebesar 2%.
Di sisi pertumbuhan, ekonomi AS juga menunjukkan ketahanan. Estimasi awal GDP kuartal III tumbuh 3,4% secara tahunan, lebih tinggi dari perkiraan 3,2% dan meningkat dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Desember berada di sekitar 80%.
The Fed sebelumnya mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75%–4% pada pertemuan Oktober. Namun, bank sentral menegaskan bahwa inflasi masih tinggi dan komitmen untuk mengembalikan stabilitas harga tetap menjadi prioritas.
Analisis Newsmaker: Kombinasi inflasi yang masih tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang kuat menjadi tekanan utama bagi perak. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga investor cenderung menahan pembelian perak. Selama ekspektasi kenaikan suku bunga Desember bertahan, XAG/USD berpotensi tetap menghadapi tekanan. (arl)
Sumber : Newsmaker.id