
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak (XAG/USD) bergerak di sekitar US$57,40 per troy ounce pada perdagangan Senin (19/10), menunjukkan rebound tipis meski dolar AS justru menguat. Kondisi ini membuat pergerakan perak cukup menarik karena penguatan greenback biasanya memberikan tekanan terhadap harga logam mulia. Investor masih mencermati arah suku bunga Federal Reserve dan perkembangan yield Treasury sebagai katalis utama.
Pergerakan perak juga dipengaruhi oleh penurunan harga minyak dari level tertinggi lima bulan. Pelemahan minyak dapat mengurangi tekanan inflasi berbasis energi, meskipun data CPI dan PPI AS terbaru masih menunjukkan tekanan harga yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat pasar tetap berhati-hati terhadap kemungkinan kebijakan The Fed yang lebih ketat.
Fokus berikutnya tertuju pada PCE Price Index, salah satu indikator inflasi penting yang menjadi perhatian The Fed. Jika tekanan inflasi kembali meningkat, ekspektasi suku bunga tinggi berpotensi menguat dan memberikan tekanan terhadap perak. Sebaliknya, data yang lebih lunak dapat membuka ruang bagi logam mulia untuk kembali mendapatkan momentum.
Di sisi lain, pasar masih menilai The Fed kemungkinan belum terburu-buru menaikkan suku bunga pada pertemuan Oktober. Sikap hati-hati sejumlah pejabat The Fed membuat ekspektasi kenaikan suku bunga jangka pendek tetap terbatas, meskipun peluang kenaikan pada akhir tahun masih menjadi perhatian investor.
Analisis Newsmaker: Rebound perak saat dolar AS menguat menunjukkan adanya daya tahan pada XAG/USD, tetapi penguatan greenback tetap menjadi hambatan bagi kenaikan yang lebih agresif. Dalam jangka pendek, pergerakan perak akan sangat dipengaruhi oleh arah dolar, yield Treasury, serta ekspektasi suku bunga The Fed. Kalau dolar terus menguat, ruang rebound perak bisa terbatas; sebaliknya, pelemahan dolar dapat membuka peluang penguatan lebih lanjut.
Sumber : Newsmaker.id