
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak (XAG/USD) kembali menguat pada perdagangan Kamis (15/10), dengan harga berada di sekitar US$56,50 per troy ounce atau naik sekitar 1,5% selama sesi Eropa. Pergerakan ini menunjukkan upaya perak untuk pulih setelah mengalami tekanan tajam pada perdagangan sebelumnya. Penguatan didukung oleh pelemahan dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah AS.
Indeks Dolar AS (DXY) berada di sekitar 102,10, turun sekitar 0,4% dalam perdagangan Eropa. Pelemahan dolar membuat perak yang dihargai dalam mata uang AS menjadi relatif lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Di saat yang sama, yield Treasury AS 10 tahun turun ke sekitar 5,09%, level terendah dalam tiga pekan, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak.
Pergerakan tersebut terjadi setelah data Consumer Price Index (CPI) AS September menunjukkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi tahunan mencapai 3,7%, sementara Core CPI meningkat 2,6%. Meski data tersebut sempat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, pasar kini menilai The Fed kemungkinan masih mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober.
Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Oktober berada di sekitar 27%, hanya meningkat dari 22% sebelum data CPI dirilis. Kondisi ini membuat tekanan terhadap perak sedikit mereda, meskipun risiko kebijakan moneter yang lebih ketat masih menjadi perhatian pasar.
Fokus berikutnya tertuju pada data Producer Price Index (PPI) AS September yang akan dirilis Kamis. Data tersebut akan menjadi tambahan petunjuk mengenai tekanan inflasi di tingkat produsen dan arah kebijakan The Fed. Jika PPI kembali menunjukkan tekanan harga yang tinggi, dolar dan yield berpotensi kembali menguat sehingga membatasi kenaikan perak. Sebaliknya, data yang lebih rendah dari perkiraan dapat memberikan ruang bagi XAG/USD untuk melanjutkan pemulihan.
Analisis Newsmaker: Penguatan silver saat ini lebih banyak didorong oleh pelemahan dolar dan penurunan yield AS, sehingga tekanan dari ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed sedikit mereda. Namun, momentum ini masih rawan berbalik karena pasar akan menunggu data PPI AS sebagai konfirmasi apakah tekanan inflasi masih berlanjut. Jika PPI kembali panas, dolar dan yield berpotensi menguat dan menekan silver, sedangkan PPI yang lebih rendah dari perkiraan dapat membuka ruang bagi XAG/USD untuk melanjutkan rebound.
Sumber: Newsmaker.id