
Trending
Emas
Sumber: Newsmaker.id
Harga emas kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (29/10) setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dan tekanan inflasi yang masih tinggi. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.025 per troy ounce, turun sekitar 1% pada hari ini, karena data terbaru memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Ekonomi AS tumbuh 3,4% secara tahunan pada kuartal III, meningkat tajam dari 2,2% pada kuartal sebelumnya dan melampaui perkiraan pasar sebesar 3,2%. Pertumbuhan tersebut ditopang investasi swasta, konsumsi masyarakat, dan belanja pemerintah, menunjukkan ekonomi AS masih cukup kuat menghadapi suku bunga tinggi.
Pada saat yang sama, inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) kembali meningkat. PCE utama naik 0,5% secara bulanan pada September dan 3,6% secara tahunan, sementara Core PCE meningkat 0,3% secara bulanan dan 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan inflasi masih berada jauh di atas target Federal Reserve sebesar 2%.
Kombinasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan dan inflasi yang masih tinggi menjadi sentimen negatif bagi emas. Data tersebut dapat mempertahankan ekspektasi bahwa The Fed berpeluang kembali menaikkan suku bunga pada Desember, yang berpotensi menopang dolar AS dan yield obligasi sekaligus meningkatkan tekanan terhadap emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Dalam jangka pendek, area psikologis US$4.000 kembali menjadi perhatian pasar. Selama dolar dan ekspektasi pengetatan The Fed tetap kuat, ruang kenaikan emas masih terbatas. Namun, ketegangan geopolitik dan permintaan safe haven tetap berpotensi memberikan dukungan apabila harga mampu bertahan di atas area tersebut.(mrv)*
Sumber : Newsmaker.id