
Trending

Emas
Sumber: Newasmaker.id
Harga emas melemah setelah The Fed mempertahankan suku bunga namun belum memberikan kejelasan mengenai langkah berikutnya. XAU/USD berada di sekitar US$4.029 per troy ounce pada perdagangan Kamis (29/10), sementara investor menunggu data inflasi terbaru untuk memperkirakan peluang pengetatan kebijakan hingga akhir tahun.
Keputusan FOMC mempertahankan suku bunga telah diperkirakan pasar. Namun, Ketua Fed Kevin Warsh menyampaikan bahwa bank sentral berencana mengurangi jumlah pertemuan yang menghasilkan keputusan kebijakan. Pasar masih memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember karena tingginya harga energi menyulitkan upaya menekan inflasi.
Investor kini menunggu data Personal Consumption Expenditures (PCE) September, indikator inflasi yang menjadi perhatian utama The Fed. Data tersebut dapat memberikan petunjuk lebih jelas mengenai arah suku bunga sebelum akhir tahun dan menentukan sentimen terhadap emas.
Emas juga masih rentan terhadap aksi jual di pasar saham. Kekhawatiran terhadap besarnya investasi kecerdasan buatan dan dampaknya terhadap arus kas perusahaan dapat mendorong investor menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain. Kondisi tersebut membuat emas telah mengalami tekanan sepanjang Oktober.
Di sisi lain, permintaan bank sentral tetap menjadi penopang jangka panjang. Goldman Sachs memperkirakan bank sentral membeli sekitar 79 ton emas pada Agustus, hampir lima kali rata-rata pembelian bulanan sebelum 2022. China menjadi salah satu pembeli terbesar dengan sekitar 25 ton.
Permintaan bank sentral yang berkelanjutan berpotensi menjaga fondasi harga emas dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, arah emas masih sangat bergantung pada data PCE, ekspektasi suku bunga The Fed, pergerakan dolar AS, serta kondisi pasar saham global. (srh)
Sumber: Newsmaker.id