
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Dolar AS melemah bersama imbal hasil Treasury tenor pendek setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga sesuai ekspektasi pasar. Indeks dolar Bloomberg turun sekitar 0,1% setelah keputusan tersebut, dengan pelemahan semakin terlihat setelah Ketua Fed Kevin Warsh mengumumkan perubahan jadwal pertemuan kebijakan pada 2027.
Warsh mengatakan dari delapan pertemuan The Fed pada 2027, hanya tujuh yang akan digunakan untuk melakukan pemungutan suara terkait suku bunga. Satu pertemuan lainnya akan difokuskan pada pembahasan strategi kebijakan moneter secara luas.
Perubahan tersebut dinilai dapat mengurangi kesempatan bagi pejabat The Fed untuk menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi kembali meningkat. Pasar saat ini masih memperkirakan adanya hampir tiga kali kenaikan suku bunga seperempat poin hingga September 2027.
Sejumlah pelaku pasar menilai berkurangnya frekuensi pemungutan suara dapat membuat panduan kebijakan The Fed semakin terbatas. Kondisi tersebut juga berpotensi mengurangi kemampuan bank sentral dalam merespons perubahan inflasi secara cepat.
Sebelumnya, dolar mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa The Fed masih akan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi yang tinggi. Namun, setelah keputusan terbaru, imbal hasil Treasury dua tahun turun sekitar 3 basis poin, turut memberikan tekanan terhadap dolar.
Pada 2028, The Fed juga akan mengalokasikan dua dari delapan pertemuan untuk pembahasan strategi kebijakan tanpa keputusan suku bunga. Perubahan ini menandai pendekatan baru dalam komunikasi kebijakan bank sentral.
Analisis Newsmaker: Pelemahan dolar menunjukkan pasar menangkap perubahan jadwal tersebut sebagai sinyal bahwa ruang bagi The Fed untuk melakukan pengetatan menjadi lebih terbatas. Namun, ekspektasi kenaikan suku bunga tetap ada selama inflasi masih tinggi. Fokus pasar selanjutnya akan tertuju pada data ekonomi dan komunikasi pejabat Fed untuk menentukan apakah dolar mampu kembali mendapatkan momentum.
Sumber : Newsmaker.id