
Trending

Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS bertahan di sekitar level 102,4 pada perdagangan Rabu(28/10) setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Penguatan dolar didukung sikap hati-hati investor menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve yang menjadi perhatian utama pasar.
The Fed diperkirakan secara luas mempertahankan suku bunga pada pertemuan kali ini. Meski demikian, pelaku pasar akan mencermati pernyataan bank sentral untuk mencari petunjuk mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember, terutama di tengah tekanan inflasi yang masih menjadi perhatian.
Dari sisi ekonomi, investor juga menantikan laporan keuangan Alphabet dan Microsoft setelah penutupan Wall Street. Kinerja kedua perusahaan akan menjadi indikator penting untuk melihat kekuatan permintaan terhadap kecerdasan buatan, yang turut memberikan kontribusi terhadap investasi dan pertumbuhan ekonomi AS.
Dolar juga mencatat penguatan lebih dari 1% terhadap dolar Selandia Baru setelah Reserve Bank of New Zealand secara mengejutkan mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut berbeda dari ekspektasi pasar yang sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 25 basis poin.
Selain The Fed, pasar juga menantikan keputusan kebijakan bank sentral Kanada, European Central Bank, dan Bank of Japan. Namun, arah dolar dalam jangka pendek diperkirakan tetap sangat bergantung pada nada kebijakan The Fed dan petunjuk mengenai peluang kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun.