
Trending
.jpeg)
Dolar AS
Sumber: Newsmaker.id
Indeks dolar AS (DXY) naik 0,27% ke 102,29 pada Selasa (27/10), sementara greenback menguat terhadap euro, yen, dan sterling. Penguatan terjadi seiring investor melakukan positioning menjelang rangkaian keputusan bank sentral untuk mencari petunjuk mengenai prospek ekonomi dan arah suku bunga.
EUR/USD turun 0,33% ke US$1,1136, membuat euro berada di jalur pelemahan sekitar 1,70% sepanjang Oktober. Mata uang tunggal Eropa masih terbebani tingginya biaya energi, volatilitas obligasi pemerintah Prancis, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis.
Terhadap yen, USD/JPY naik 0,24% ke 157,90. Pergerakan yen tetap menjadi perhatian setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama kembali menegaskan kesiapan pemerintah mengambil langkah tegas di pasar valuta asing. Pernyataan tersebut memperkuat kewaspadaan investor terhadap potensi intervensi.
Sterling juga melemah 0,19% ke US$1,3317, sementara dolar Selandia Baru menguat tipis 0,08% ke US$0,569. Di sisi lain, dolar Kanada melemah 0,27% menjadi C$1,405 per dolar AS. RBNZ dan Bank of Canada dijadwalkan mengumumkan kebijakan pada Rabu dan keduanya diperkirakan menaikkan suku bunga.
Fokus terbesar pasar berada pada keputusan The Fed pada Rabu, ECB pada Kamis, dan Bank of Japan pada Jumat. Ketiganya diperkirakan mempertahankan suku bunga, sehingga perhatian akan tertuju pada panduan kebijakan. Pasar menilai nada dovish dari The Fed berpotensi memberikan tekanan lebih besar terhadap dolar dibandingkan skenario hawkish hold.
Analisis Newsmaker: Dolar masih mendapat dukungan dari positioning menjelang FOMC, tetapi ruang penguatan dapat terbatas jika The Fed memberikan sinyal dovish. Sebaliknya, pesan hawkish dapat menjaga DXY tetap kuat dan kembali menekan euro, yen, serta sterling. Pergerakan mata uang pekan ini akan sangat ditentukan oleh perbedaan arah kebijakan dan komunikasi masing-masing bank sentral.
Sumber: Newsmaker.id