
Trending

Market Update
Sumber: Newsmaker.id
Wall Street bergerak menguat pada Selasa (27/10) menjelang keputusan The Fed. Dow Jones naik 0,12% ke 52.423,99, S&P 500 menguat 0,68% ke 7.728,74, sementara Nasdaq melonjak 1,25% ke 26.495,17. Optimisme terhadap sektor AI kembali menopang sentimen, sementara penurunan harga minyak turut meningkatkan minat terhadap aset berisiko.
Saham teknologi dan perusahaan terkait AI memimpin penguatan. Saham chip naik 3,2% untuk hari ketiga berturut-turut, dengan Broadcom melonjak hampir 4%. Tesla juga naik 3,8% ke level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Penguatan tersebut menunjukkan momentum sektor AI masih bertahan setelah pengajuan IPO Anthropic meningkatkan kembali optimisme investor.
Namun, kekhawatiran terhadap besarnya biaya investasi AI belum sepenuhnya hilang. Meta turun 0,8% setelah meningkatkan rencana penghimpunan dana melalui saham menjadi US$97,5 miliar untuk membiayai ekspansi AI. Investor semakin mencermati apakah investasi besar yang didanai utang tersebut mampu menghasilkan pertumbuhan yang sebanding.
Di sisi ekonomi, pesanan baru untuk barang modal manufaktur AS meningkat pada September, memberikan sinyal bahwa investasi yang berkaitan dengan AI masih kuat. Sementara itu, harga minyak Brent kembali turun untuk sesi kedua, meski masih berada dekat level tertinggi sejak akhir April. Penurunan energi memberikan sedikit ruang bagi pasar saham di tengah kekhawatiran inflasi.
Perhatian utama kini beralih ke keputusan The Fed pada Rabu. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga setelah kenaikan bulan lalu, tetapi pasar masih memperhitungkan kemungkinan kenaikan lanjutan hingga pertengahan 2027. Investor akan mencermati pernyataan The Fed untuk melihat seberapa kuat kekhawatiran terhadap inflasi dan dampak konflik AS-Iran terhadap kebijakan moneter.
Analisis Newsmaker: Rebound Wall Street masih ditopang kuatnya tema AI dan penurunan harga minyak, tetapi keberlanjutannya akan sangat bergantung pada laporan Alphabet, Microsoft, dan Amazon pekan ini. Jika kinerja dan proyeksi belanja AI mampu membuktikan potensi pertumbuhan, saham teknologi berpeluang melanjutkan penguatan. Sebaliknya, sinyal hawkish The Fed atau kekhawatiran terhadap pembiayaan AI dapat kembali memicu volatilitas.
Sumber : Newsmaker.id