
Trending

Perak
Sumber: Newsmaker.id
Harga perak XAG/USD berada di kisaran US$53,4–US$53,7 per troy ounce pada sesi AS Selasa (27/10), setelah sempat jatuh ke level terendah tahun berjalan US$52,67. Data pasar menunjukkan perak masih berada di bawah tekanan setelah penurunan tajam dalam beberapa sesi terakhir. FXStreet
Pemulihan perak mendapat sedikit dukungan dari meredanya tekanan harga minyak dan upaya diplomatik untuk menurunkan ketegangan Timur Tengah. Namun, harga minyak masih tinggi; Brent berada di sekitar US$115 per barel, sehingga risiko inflasi energi belum sepenuhnya hilang. Investing.com Canada
Di sisi lain, DXY berada di sekitar 102,21–102,23, sehingga penguatan dolar menjadi salah satu hambatan utama bagi perak. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan dapat membatasi ruang rebound XAG/USD. Investing.com Indonesia
Fokus terbesar pasar kini tertuju pada keputusan The Fed pada Rabu (28/10). Pasar memperkirakan suku bunga tetap di 3,75%–4,00%, dengan probabilitas sekitar 88,5% untuk mempertahankan suku bunga. Namun, peluang kenaikan pada Desember masih cukup tinggi, sekitar 71,5%, sehingga pernyataan kebijakan dan komentar Ketua The Fed Kevin Warsh akan menjadi perhatian utama. investing.com
Dengan demikian, prospek perak masih sangat bergantung pada arah dolar dan ekspektasi suku bunga. Nada hawkish The Fed berpotensi kembali menekan XAG/USD karena meningkatkan daya tarik aset berbunga, sedangkan sinyal yang lebih dovish dapat memberikan ruang bagi perak untuk melanjutkan rebound dari area US$52,67. Untuk saat ini, area US$53–US$54 menjadi zona penting dalam menentukan apakah pemulihan mampu berlanjut atau kembali mendapat tekanan.
Sumber : Newsmaker.id